Hello, Mr. Presdir! Menantu yang Diusir

Menantu yang Diusir

Vila Keluarga Aritedja di Kota D tampak terang benderang.

Malam ini diadakan pesta peringatan ulang tahun ke-70 Nenek Aritedja. Ada banyak sekali tamu yang hadir di pesta itu.

Semua anggota Keluarga Aritedja mempersembahkan hadiah ulang tahun dan berkata serempak, "Semoga Oma mendapatkan berkah yang melimpah dan umur yang panjang."

Nenek Aritedja duduk di kursi utama dengan wajah berseri, "Baik, baik. Kalian semua adalah anak-anak yang baik. Hari ini karena aku merasa gembira, aku akan mengabulkan permintaan kalian. Jika ada yang kalian inginkan, katakan saja!"

"Oma, aku jatuh cinta dengan sebuah apartemen di Kota A. Harganya tidak mahal, hanya dua miliar ...."

"Oma, aku ingin tas edisi terbatas merek Chanel …."

"Oma, aku jatuh cinta dengan sebuah mobil sport BMW …."

"Oma, aku ingin membeli jam tangan Rolex ...."

“....”

“Oke, aku kabulkan semuanya!” seru Nenek Aritedja, langsung menyetujui dengan murah hati.

Para anggota junior Keluarga Aritedja yang berbicara tampak kegirangan. Mereka hampir berlutut di lantai dan bersujud kepada sang oma saking gembiranya.

Melihat ekspresi mereka yang riang gembira, Nyonya Aritedja juga tertawa dan merasa puas.

Pada saat ini, menantu yang tinggal di Keluarga Aritedja, Keanu, tiba-tiba melangkah maju dan berkata, "Oma, dapatkah kamu membelikan aku motor listrik untuk memudahkan aku belanja sayuran ...."

Begitu mendengar permintaan Keanu, seluruh Keluarga Aritedja terkejut. Mereka tampak tercengang dan menatap Keanu dengan pandangan tidak percaya.

Apakah otak menantu ini sudah rusak? Apakah dia tidak tahu acara apa ini? Apakah dia punya hak untuk berbicara di acara ini?

Selain itu, dia tidak membawa hadiah apa pun untuk ulang tahun Oma, malah meminta sesuatu tanpa rasa malu? Ingin motor listrik? Bukankah ini sama saja dengan menjatuhkan martabat Nenek Aritedja?

Tiga tahun lalu, Kakek Keluarga Aritedja menemukan Keanu entah dari mana, dan bersikeras menikahkan Shareen, cucu perempuan paling besar Keluarga Aritedja, kepada Keanu. Pada saat itu, Keanu tidak memiliki uang sepeser pun, hampir seperti pengemis.

Akan tetapi pada hari pernikahan, Kakek Keluarga Aritedja meninggal dunia. Sejak saat itu, tidak seorang pun di Keluarga Aritedja yang menghargai menantu yang tinggal di rumah keluarga mereka.

Selama tiga tahun, Keanu tinggal di Keluarga Aritedja. Dia mengambilkan baskom untuk mencuci kaki, membersihkan toilet dan memasak, bagaikan seorang pembantu rumah tangga.

Hari ini, sebenarnya Keanu meminta motor listrik juga karena terpaksa.

Kemarin baterai sepeda motornya dicuri orang saat dia pergi berbelanja makanan. Dia tidak punya uang sehingga terpaksa meminta motor listrik baru di acara ini.

Melihat Nenek Aritedja begitu gembira saat ini, Keanu yakin bahwa beliau pasti akan menyetujui permintaannya membeli motor listrik yang tidak seberapa itu.

Namun tidak disangka, wajah Nenek Aritedja yang tadinya tersenyum lebar, perlahan-lahan menjadi muram saat ini.

Cangkir teh di tangannya terbanting ke lantai dan dia berteriak dengan marah, "Tidak berguna! Apakah kamu datang untuk merayakan ulang tahunku? Atau untuk membuat masalah?!"

Istri Keanu, Shareen, buru-buru melangkah maju dan menjelaskan, "Oma, Keanu yang kurang bijak. Hari ini adalah hari yang penuh kegembiraan. Jangan dimasukkan ke hati."

Seraya berkata, Shareen bermaksud menarik Keanu ke samping.

Pada saat ini, seorang anggota Keluarga Aritedja mulai mengejek, "Shareen, lihat suamimu yang sangat tidak berguna ini! Tahu acara apa hari ini? Ulang tahun Nenek ke-70! Dia datang dengan tangan kosong, dan malah minta sesuatu? Berani sekali dia!"

“Benar, tidak tahu aturan. Berani sekali dia bicara di sini. Apakah kamu tidak melihat ada begitu banyak tamu yang hadir? Membuat malu Keluarga Aritedja saja!” Yang berbicara adalah cucu kesayangan Nenek Aritedja, Rayden. Dia memang tidak menyukai Shareen dan menggunakan kesempatan ini untuk melampiaskan ketidaksukaannya.

"Kualifikasi apa yang dimiliki sampah tidak berguna ini, untuk tetap tinggal di Keluarga Aritedja?"

"Benar. Keluarga Aritedja jadi malu gara-gara dia!"

"Aku tahu maksudnya. Dia sengaja ingin membuat kita jijik dan merusak kegembiraan oma!"

"Dasar tidak berguna. Ada begitu banyak pelayan di Keluarga Aritedja. Apakah kami kekurangan orang untuk belanja bahan makanan?"

"Setiap hari tidak tahu melakukan sesuatu yang berguna, tidak tahu malu! Apakah kamu menganggap dirimu sebagai salah seorang anggota Keluarga Aritedja?"

"Cepat pergi dari sini! Jika kamu masih berani membuat malu Keluarga Aritedja lagi, aku akan memukul kepalamu sampai bengkok!"

“....”

Mendengar omelan dan penghinaan dari para anggota Keluarga Aritedja, Keanu menundukkan kepalanya tanpa sadar.

Tiga tahun lalu, jika bukan karena ditolong oleh Kakek Keluarga Aritedja, Keanu pasti sudah meninggal di jalan. Oleh sebab itu juga, dia tidak pernah mengeluh bekerja melayani Keluarga Aritedja selama tiga tahun ini.

“Oma, Theo dari Mauve Company datang untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepadamu!” ujar seseorang dari depan pintu.

Kemudian seorang pria tinggi dan tampan melangkah masuk ke dalam aula sambil tersenyum.

Mauve Company adalah industri Klan Bawono, keluarga terbesar di Provinsi J!

Dan Theo adalah seorang manajer proyek di Mauve Company. Kabarnya dia memiliki latar belakang yang baik dan posisi yang tinggi di perusahaan tersebut. Tidak tahu berapa banyak keluarga di Kota D yang ingin menjalin hubungan dengannya namun tidak mendapatkan kesempatan.

Tidak disangka dia malah datang untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada Nenek Aritedja hari ini.

"Apa kabar Oma? Ini adalah hadiah dariku!" ujar Theo sambil tersenyum lebar.

Saat kotak hadiah itu dibuka, orang-orang pun tercengang.

Di dalamnya ada sebuah cek! Jumlahnya 880 juta!

Di Kota D, angka ini digunakan untuk melamar.

"Oma, hari ini aku datang untuk melamar. Aku telah lama mengagumi Shareen dan berharap dia dapat menikah denganku!"

Wow!

Begitu mendengar perkataan Theo, semua orang terkejut.

Shareen adalah istri Keanu. Theo sama sekali tidak memberikan muka untuk Keanu dengan melakukan hal ini?

Namun setelah dipikirkan baik-baik, Keanu adalah menantu yang tidak berguna. Untuk apa memberikan muka untuknya? Lagi pula, tidak perlu takut menyinggung perasaannya.

“Aku tahu tiba-tiba mengatakan hal ini agak mendadak. Tapi aku benar-benar tidak tahan melihat Shareen yang kucintai hidup bersama seseorang yang tidak berguna. Aku sangat berharap Oma dapat mempertimbangkan permintaanku.” Theo tersenyum, lalu menoleh dan tersenyum pada Shareen.

Setelah itu dia berbalik dan berjalan pergi.

Dari awal sampai akhir, Theo bahkan tidak memandang Keanu sekilas pun. Jelas dia sama sekali tidak menganggap penting keberadaan Keanu.

Setelah Theo pergi, semua orang pun ramai mendiskusikan hal tersebut.

"Pak Theo adalah manajer departemen di Mauve Company. Dia memiliki kuasa besar di tangannya. Kabarnya satu kalimat darinya dapat menentukan hidup dan matinya sebuah bisnis kecil!"

"Shareen beruntung sekali. Jika dia menikah dengan Pak Theo, hidupnya akan lebih baik seribu kali, bahkan sepuluh ribu kali daripada bersama Keanu yang tidak berguna itu!"

"Jika hal itu terjadi, maka Keluarga Aritedja juga bisa meraup banyak keuntungan, bukan?"

Sepupu Shareen, Rayden, tiba-tiba berdiri dan berkata, "Keanu, bukankah tadi kamu minta motor listrik? Kalau kamu menceraikan Shareen, aku akan membelikannya untukmu besok. Bagaimana?"

"Hahaha! Masuk akal! Rayden benar!"

"Bukankah sampah ini menginginkan motor listrik? Berikan saja padanya! Biar mereka cerai!"

Mata Nenek Aritedja berbinar sedikit, kemudian menatap Keanu penuh arti, "Keanu, jika kamu bersedia menceraikan Shareen, jangankan motor listrik, aku akan langsung memberikan uang tunai dua miliar kepadamu. Bagaimana?" tanyanya pada Keanu.

Awalnya, kepala Keanu tertunduk. Namun setelah mendengar pertanyaan sang oma, dia melirik Shareen di sampingnya, lalu menggelengkan kepalanya, "Oma, aku tidak akan menceraikan Shareen."

Ekspresi Nenek Aritedja langsung berubah menjadi gelap dalam sekejap. Dia menunjuk Keanu dan mengutuk dengan murka, "Sampah, tidak tahu malu! Keluar! Segera keluar dari sini. Aku tidak ingin melihat orang tak berguna di pesta ulang tahunku!"

Keanu tertegun sejenak. Dia tidak menyangka Nenek Aritedja begitu tidak menghargainya. Saat ini, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya dan hendak berjalan keluar tanpa sadar.

"Keanu ...." Shareen tampak ragu-ragu, tidak tahu apakah dia sebaiknya pergi bersama Keanu atau tidak.

“Shareen, jika kamu berani pergi bersamanya hari ini, aku tidak akan menganggapmu sebagai cucuku lagi!” Nenek Aritedja berkata dengan dingin saat melihat adegan itu.

Langkah kaki Shareen membeku seketika. Dia tidak menyangka neneknya begitu kejam.

Keanu buru-buru berkata, "Kamu tinggallah di sini. Jangan pedulikan aku."

Tanpa menunggu jawaban Shareen, Keanu langsung berbalik dan pergi.

Rayden tertawa keras di belakang Keanu, "Adik iparku yang baik, bagaimana caramu pulang? Apakah kamu akan berjalan sampai rumah? Sini, sini, aku punya koin seribu untukmu. Aku akan memberikannya untukmu supaya kamu bisa naik bus. Tidak perlu sungkan!"

Seraya berkata, Rayden mengeluarkan koin seribu dari sakunya dan langsung melemparnya ke tubuh Keanu.

Seluruh Keluarga Aritedja langsung tertawa terbahak-bahak melihatnya.

Keanu menggertakkan giginya, dan tidak mengatakan apa-apa. Dia berjalan keluar dari vila Keluarga Aritedja tanpa menoleh ke belakang.

Pada saat ini, ponsel Keanu tiba-tiba berdering.

Dia mengeluarkan ponsel model lama, membuka dan melihatnya. Itu adalah panggilan dari nomor telepon yang diakhiri dengan enam angka delapan.

Keanu mengerutkan keningnya, lalu membuka pesan teks dan meliriknya.

"Pak Keanu, Keluarga Bawono dalam masalah. Mohon Pak Keanu dapat kembali untuk memberikan arahan."

Bersambung....

Punten vote star, subscribe dan hadiah agar author lebih semangat updatenya ya~

Pustaka Top Up Pengaturan Menu
A- A+
Tambahkan ke Rak

Yakin