Benci Jadi Cinta bertemu wanita kaya

bertemu wanita kaya

Aku keluar dari bandara mataku mencari sesosok lelaki yang sedang menungguku."Siapa siih namanya" ucapku mengeluarkan kertas kecil dikantongku.Yah ini pertama kalinya aku dijemput oleh orang lain setelah kekasihku. Dia adalah sopir dimana aku akan bekerja jadi seorang asisten wanita kaya dikota ini.

Meski aku lulusan S1, namun aku tak berkecil hati untuk melakukan pekerjaan ini. Tak peduli apa kata teman-teman ku nanti jika saja dia menemukanku kesembuhan ibu jauh lebih penting bagiku. Aku terus berjalan mencari sopir Nyonya helens seorang Wanita yang nantinya Akan menjadi bossku.

Seorang lelaki paruh baya datang mendekatiku dan berkata "Apa anda yang bernama Sasyha?"Tanya seorang lelaki paruh Baya dihadapanku.

"Iya benar"Ucapku tersenyum.

"Ikut aku Non saya sopir Nyonya Helens"Jawabnya dan membalas senyumanku kemudian mengambil koper yang Ada ditanganku.

"baik pak"ucapku kemudian mengikuti langkahnya menuju parkiran.

"Silahkan masuk nong ucap lelaki itu setelah memasukkan koperku kedalam mobil. "hmm nama anda siapa pak?"

"Panggil saja Bagas Non"

"Pak Bagas nama yang bagus" ucapku tersenyum.

"Ah Non bisa saja" ucap Bagas Salah tingkah Begitu Sasyah mengatakan Itu kepadanya. Untuk menghilangkan kejenuhanku selama perjalanan menuju Rumah Wanita kaya Itu Aku mencoba mengajak Bagas berbincang.

"Pak Bagas sudah lama bekerja dengan nyonya halens?"

"Yah Non sudah lama saat tuan muda meninggal"

"Apa dia seorang janda?"Tanyaku lagi. Bagas Hanya menganggukan kepalanya lalu berkata "Apa anda belum pernah bertemu dengannya sama sekali?"

"Ini pertama kalinya aku bertemu dengannya pak"

"Hmm dia orangnya baik kok Non" ucap Bagas lagi_lagi tersenyum padaku. Syukurlah jika dia orang baik ucapku Dalam Hati.

Setengah jam kemudian mobil yang membawaku memasuki sebuah halaman rumah yang terlihat begitu mewah dari luar, Apa ini istana atau rumah? gumamku.

"Pak apa ini rumahnya?"

"Iya Non ini rumah Nyonya" ucap Bagas keluar dari mobil kemudian mengeluarkan koperku.

Wah ... rumahnya mewah sekali? ucapku tak berkedip sama sekali Begitu melihat keindahan Rumah Itu.

"Ayo masuk Non"ucap Bagas kemudian mengantarku masuk kedalam rumah bak istana itu.mataku tak berhenti memandangi setiap ruangan rumah itu, Nyonya helens memang sangat kaya, hmm andai saja aku punya Rumah sebesar ini pasti sudah kuajak ibu tinggal disini Ucapku Dalam hati dan terus mengikuti langkah Bagas menuju ruangan dimana aku akan bertemu dengan calon bosku.

''Masuklah Non, Nyonya sudah menunggu anda didalam"

''Makasih yah pak ucapku" Lalu mengambil koper yang Ada ditanganya kemudian membuka pintu pelan-pelan.

"Masuklah"ucap seorang wanita yang duduk membelakangiku.

''Iya bu" ucapku lalu berjalan masuk wah ... ruanganya bagus banget ucapku lagi dalam hati untuk kesekian kalinya dan tak sadar kalau wanita itu sedang berjalan kearahku.

''Hmm apa kamu yang bernama Sasyha?" ucap wanita itu tersenyum padaku.

''Iya Bu"jawabku dan tak berhenti memandangi dirinya kenapa tidak penampilannya sungguh elegan kulitnya mulus putih dan halus.

"Duduklah!" ucap wanita itu padaku

''terimah kasih Bu".

''Apa temanmu sudah menceritakan semuanya tentang diriku?"Tanyanya padaku.

''Belum Bu"ucapku tertunduk.

''Apa kamu sudah tau apa maksud aku memanggilmu kesini?"

''Kata teman saya ibu lagi butuh seorang Asisten Pribadi"

''Hmm...apa kamu yakin ingin jadi asistenku saja?? sementara jika aku lihat surat lamaranmu kamu lulusan cumlaud loch"Ucap Helens tersenyum.

''Aku benar-benar butuh pekerjaan saat ini Bu menjadi Asisten anda juga tak apa soal ijasah itu tak masalah bagiku"

''Apa kamu tak malu jika temanmu tau kamu hanya bekerja sebagai asisten rumah tangga?"

''Untuk apa aku malu Bu selama itu halal kenapa tidak?"

''Kamu benar-benar punya semangat tinggi sasyha"Puji Helens.

''Itu bukan apa-apa kok bu"

''Ya sudah ikutlah denganku"ucap halens beranjak dari duduknya kemudian berjalan Keluar dari ruangannya.

"Kita mau kemana Bu?" ucapku mengikuti langkahnya.

''Aku akan mengantarmu untuk istrahat"

''Apa ibu sudah menerimaku bekerja dengan anda?"

''Yah mulai hari ini aku sudah menerimamu tapi sebelum aku menjelaskan tugasmu aku ingin kamu istrahat terlebih dahulu"

''Terimah kasih Bu"ucapku senang karena akhirnya aku mendapatkan pekerjaan setelah menganggur selama 2 bulan mengurus ibu yang sedang sakit.

Aku pun mengikuti langkah Ibu Helens menuju lantai 2 mataku lagi_lagi tak berhenti melihat setiap interior yang ada dirumah itu."Masuklah!"Ucap helens membuka pintu kamar.

''Apa ini kamarku bu?"

''Yah malam ini kamu akan tidur disini"

''Apa Ibu tak salah memberiku kamar seperti ini?"ucapku saat melihat kamar itu sungguh mewah dan terdapat buku-buku tersusun rapi disana dan tampa debu sama sekali.

''Iya ini kamarmu Jadi istrahatlah"

''Tapi Bu anda tak perlu memberiku kamar mewah seperti ini?"ucapku mendekati Ibu Helens.

''Sasyha bukankah kamu hari ini sangat lelah? Jadi kamu butuh kamar yang membuatmu senyaman mungkin untuk istrahat"ucap Ibu Halens tiba-tiba membelai rambutku.

''Bu berikan kamar yang biasa Saja untukku? aku tak biasa tidur dikamar mewah seperti ini"

''Istrahatlah nanti seorang pelayan akan menemuimu"

''Tapi bu?" helens hanya tersenyum lalu keluar dan menutup pintu kamar.

Sudahlah ibu helens mungkin benar aku harus istrahat malam ini ucapku langsung merebahkan tubuhku diatas kasur mewah yang Ada dihadapanku saat ini.Wah ... kasurnya empuk banget ucapku tak berhenti mengelus_ngelus kasur itu. Yah aku memang tak pernah tidur senyaman ini semenjak kuliah bahkan dirumah pun Aku hanya menggunakan kasur biasa saja.

Aku merenggangkan seluruh badanku dikasur itu dan menatap langit-langit kamar hmm kenapa ibu helens membelai rambutku tadi yah, apa dia menyukaiku?? bukankah lebih bagus jika dia menyukaiku itu berarti aku bisa bertahan lama bekerja dengannya. Sudahlah untuk apa memikirkannya yang penting sekarang aku bisa menghasilkan uang agar ibu bisa segera dioperasi.

Aku bangkit dari tidurku lalu berjalan mengelilingi kamar itu. Apa ini kamar anak Ibu helens pintahku saat melihat foto mereka bertiga didalam lemari.

akupun melihat judul beberapa buku yang tertata rapi dilemari "Pasti anak Ibu helens pekerjaannya sangat bagus ucapku saat melihat semua buku itu menuliskan tentang perjalanan kesuksesan serta buku tentang kepemimpinan dan beberapa buku lagi yang menjuru tentang perusahaan.

"Mb sasya ikut aku ucap pelayan rumah itu tiba_tiba masuk dalam kamar dan mengagetkanku.

"Mau kemana Mba?"ucapku pada pelayan itu.

"Sinta bawa Mba Sasyha!" Ucap wanita itu pada pelayan satunya pada Sinta.

"Mba mau bawa aku kemana?" ucapku kaget.

"Ikutlah dengan kami Mba" ucap pelayan yang bernama Sinta itu.

"Tapi kita mau kemana?"

"Nyonya menyuruh kami membawamu"

"Iya tapi kemana?"

"Kamu akan tau setelah berada disana nanti"ucap Sinta lagi kemudian Menarik lenganku Keluar Dari kamar.

Akupun mengikuti dua pelayan itu keluar kamar menuju sebuah ruangan Spa Pribadi milik Ibu Helens hmm kenapa dia membawaku kesini?.

"Masuklah Mba!" ucap pelayan itu.

"Kenapa kalian membawaku kesini?"Tanyaku lagi.

"Ikutlah Denganku!"ucap Sinta membawaku kesebuah kolam kecil yang terisi mawar merah didalam sana.

"Kalian mau ngapain?"Ucapku saat wanita itu membuka blaserku.

"kami akan memijatmu didalam sana"

"Wah .. kamu tak perlu Melakukannya"ucapku ingin keluar dari sana namun wanita itu menahanku.

"Ayolah mba Sasyha jangan mempersulit kami"

"Anda tak perlu memijatku? apa kamu tak tau kalau aku ini orang baru yang ingin bekerja seperti anda juga? jadi tak perlu melakukan ini semua apa lagi berendam diair susu itu"

"Ini perintah Nyonya"

"Benar Mba jika anda tak ingin turun dan dipijat disana kita bisa kehilangan pekerjaan Kami?"Ucap pelayan satunya lagi.

"Kenapa kalian harus melakukan ini padaku??bukankah kita sama, aku juga akan bekerja dirumah ini jadi tak usah melakukan itu padaku"

"Mba kami ini pelayanmu mulai sekarang jadi jangan persulit kami"

"Maksudnya pelayan apa?"

"Apa Mba belum tau kalau anda itu sebentar lagi adalah Nyonya dirumah ini jadi ikut aku sekarang!"ucap pelayan itu memaksaku turun didalam kolam kecil dan membuka pakaianku satu persatu secara paksa dan mereka pun mulai menggosok badanku dan membersihkan kukuku serta memijatku.Aku seperti ratu semalaman dilayani oleh pelayan rumah Ibu helens malam Itu. Aku pasrah saja jika tak melakukannya pekerjaan mereka bisa hilang karena diriku.

Namun yang membuatku merasa ganjal malam itu saat pelayan tadi mengatakan aku ini calon nyonya dirumah ini, apa sebenarnya tugasku yang akan diberikan Ibu Helens padaku? ucapku Dalam Hati saat berada didalam kolam susu itu lalu menikmati pijakan pelayan Sinta kemudian melupakan kecurigaanku sementara.

Pustaka Top Up Pengaturan Menu
A- A+
Tambahkan ke Rak

Yakin